assalamualaikum wbt...
buat teman2..saudara/i...apa khabar? diharap kalian semua berada didalam sebutan alhamdulillah..dan semoga kita semua dibawah Lindungan dan Rahmat DariNYA...InsyaAllah
hari niey ana nak share sesuatu yang sangat bermanfaat kepada kalian semua..insyaAllah
Pernahkah kalian terfikiran Allah azza wajala cemburu kepada kita...?? kadang kala CINTA yang indah itu boleh menukar menjadi MURKA kerana tidak ada sesiapa pun boleh mengendalikannya....
ketahuilah Allah azza wajala juga cemburu..
Aisyah Radiyallahu Anhu mengisahkan bahwa Rasulullah saw pernah berkhutbah dengan begitu menggebu gebu, matanya memerah laksana panglima perang sedang menyeru pasukannya.saat itu terjadi gerhana matahari, setelah solat bersama sahabat, Baginda saw berdiri dalam mimbar dan berpesan panjang, diakhir khutbah itu Rasulullah menyeru:
"...Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan". (Shahih Muslim No.1499)
cemburu adalah kejujuran, tentang suasana yang menuturkan sempurnanya sebuah Cinta.
Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih meriwayatkan dari Rasulullah saw bahwasanya Cemburu(adalah logika wajar dan pada haq-NYA) itu adalah bahagian dari iman. hingga suami cemburu ketika isterinay dipandang lelaki lain.
Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia yang tertanam cinta dihatinya,
Adalah Aisyah radiyallahu anha, kekasih terpilih Rasulullah shalallahu alaihi wassalam - salah satu Ummul Mukminin yang menghafal dan meriwayatkan ribuan Alhadits dengan segala kecerdasan intelegensi dan kemuliaan akhlaknya pun sering dihinggapi perasaan cemburu.
Aisyah radiyallahu anha pun cemburu ketika Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam menyebut nyebut nama Khadijah radiyallahu anha suatu ketika .. padahal Khadijah telah tiada dan tidak mungkin merebut kembali kekasihnya?
Cemburu adalah jelmaan dari fitrah manusia dan bukan salah satu Sifat Allah Yang Mulia Yang Sejati-Nya tidak sama dengan mahluk Nya.
Kata "Cemburu" dalam Hadits tersebut adalah diksi indah yang dipilih Rasulullah saw untuk melukiskan sebuah hebatnya sebuah ilustrasi rasa, kata indah yang berkali kali Rasulullah Shalallahu' Alaihi Wassalam utarakan untuk mendeskripsikan sebuah suasana bahwasannya Dzat Maha Pencipta Allah Aza Wajala yang menggenggam Cinta adalah Cemburu pada sebuah situasi atas hambanya.
"..tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina"...
Bergetarkah hatimu saudaraku. .
Lupakanlah kata kata Halal dan Haram,
Lupakanlah kata kata dosa jika fikiranmu bosan mendengarnya..
Bayangkanlah saja satu kata
Satu kata yang mungkin menyentuh hatimu.
Cemburu. Ketika RABBmu Cemburu kepadamu. .
Cemburu adalah suasana diam yang terpendam.
Ketika Allah Azza wajala Cemburu, atas kemurahan Nya murka itu tidak begitu saja berubah menjadi Murka yang diturunkan menjadi Azab dari langit ke Bumi.
Allah aza wajala yang Maha Pemurah, pengasih dan penyanyang telah melebarkan sayap sayap kemaafan Nya.
"Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku" (hadits Qudsi)
Hadits senada juga diriwayatkan Salman al-Farisi r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu memiliki seratus kerahmatan, maka diantara seratus itu ada satu bagian kerahmatan yang dengannya sekalian makhluk dapat saling kasih-mengasihi antara sesamanya, sedang yang sembilan puluh sembilan untuk hari kiamat nanti."
Dalam riwayat lain disebutkan: "Sesungguhnya Allah itu di waktu menciptakan semua langit dan bumi, diciptakan pula olehNya seratus kerahmatan, setiap -satu- kerahmatan itu dapat merupakan tutup yang memenuhi alam diantara langit dan bumi. Kemudian dari seratus tadi yang satu kerahmatan dijadikan untuk diletakkan di bumi, maka dengan satu kerahmatan inilah seorang ibu dapat mengasihi anaknya, binatang buas dan burung, sebagian kepada setengah yang lainnya. Selanjutnya apabila telah tiba hari kiamat, Allah akan menyempurnakan dengan kerahmatan ini -yakni dilengkapkan menjadi seratus penuh."
Itulah kemurahan Allah Azza wajala
Namun demikian, itu tidak berarti kita berkesempatan untuk terus membangkang dan bergelimang dalam lembah dosa, karena dosa tetap dicatat
Bermuhasabahlah!
Sampai kapankah diri ini akan membiarkan Allah cemburu?
Sampai kapankah aurat itu terus dibiarkan terbuka tanpa ada usaha ingin menutupinya..
Sampai kapankah perintah perintah Nya itu terus diabaikan..
Rasulullah saw bersabda;
"Tidak ada seorangpun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji" (Bukhari Muslim)
Kembalilah..
Sesungguhnya Tuhanmu menanti di pintu taubatannasuha..
Takutlah..
Rasulullah shalallahu' alaihi wassalam bersabda;
No comments:
Post a Comment